Alone

Teruntuk malam yang tak tahu apa yang aku lakukan ini indah atau tidak. Kepada bintang yang selalu menerangi sang malam. Menemani sendu diriku yang selalu pilu dilanda takdir yang kelam. Engkau lah Sang Pencipta yang tahu betapa aku dan jiwaku sangat rapuh tanpaMu dalam kegelapan ini. Di dalam keramaian ini, kehidupan yang fana ini. Hanya ada aku dan semua problema yang tak kunjung usai.

Segala hal yang aku hinggapi satu persatu. Hilang di tangan karena sifatku sendiri. Terkadang lemah tak terarah. Terkadang kuat tak tertembus. Aku hina dan aku suci. Terlampau benci dan terasa cinta. Apa yang ada di pikiranku? Apa yang ada di otak ini? Apa yang ada di jiwaku? Hanya Allah yang tahu.


Termenung sepi disini, melagukan kepedihan tiap detik. Bertambah indah dan selalu indah dalam kesendirian. Dan tak ingin lepas dari ini. Karena aku disini terlena oleh bintang-bintang harapan yang kabur dan berbayang-bayang. Menawarkan mataku dengan segala ruh nikmat tentang kesendirian. Aku disini, Hanya Allah yang tahu bahwa aku disini.Aku sendiri tak berpikir bahwa aku sendiri. Hanya aku yang selalu tahu bahwa dengan sendiri disini.
Aku terlempar ke mimpi yang tak berujung dimana sebenarnya aku. Melepas lelah yang ada. Hanya berpikir untuk menyebut nama Sang Pencipta. Dalam lamunanku ini, hanya Allah yang Maha Tahu.


Dengan ini aku hidup…

About sefudien
Ordinary, A Hardthinker, Pokonya add ja fb nya di alet_ahmed@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: