Perjalanan Ramadhan

Dulu, tahun 2006. Adalah masa-masa yg indah saat melewati Ramadhan bersamanya. Tapi, aku menyesal sekarang. Ramadhan waktu itu, aku lupa akan kewajibanku. Shalat bolong2, ga bisa nahan nafsu, terus parahnya makin hari aku makin tenggelam dalam maksiat. Astaghfirullah…

Lalu, tahun 2007. Ini adalah masa-masa berat aku berpuasa. Aku sedih. Semua rasa tertumpah. Aku kehilangan dia yg kusayangi. Disaat sedih-sedihnya itu. Ibuku, satu-satunya orangtua yg masih aku punya, mengalami sakit yg begitu berat. Aku dan semua kakak-kakakku bersama pada waktu itu, mendampingi ibuku yg sedang sakit. Dalam kesehariannya, ibuku sudah tak sanggup berpuasa, beliau hanya terkulai lemah diatas ranjang. Aku menemaninya seharian, perasaan aku pada waktu itu sangat galau. Ibuku yg sudah cukup umur mungkin akan segera meninggalkanku, pikirku. Tetapi, Allah menunjukkan kuasa-Nya. Kun Fayakuun. Ibuku akhirnya berangsur pulih. Pada Hari Raya tahun itu, Aku senang melihat ibuku tersenyum lagi. Sungguh Idul Fitri saat itu mempunyai makna yg dalam bagiku. Rahmat Allah begitu luasnya di dalam dunia ini.

Tahun 2008, ini tahun yg kelam. Ibuku saat ini sudah hampir 100% sembuh. Dan beliau sudah bisa berpuasa. Tetapi, aku? Aku tenggelam lagi dalam kemaksiatan. Aku berkenalan dengan seorang perempuan yg bisa dikatakan perempuan yg ngga bener. Aku, pada saat itu ber-sms ria dengan dia. Baik siang maupun malam, pagi dan sore, semua kulewati dengan dia. Dan parahnya, isi sms-nya, Masya Allah. Sehingga aku lupa akan shalatku, ibadahku. Seakan puasaku hanya berbuah lapar dan haus. Aku pada saat itu sangat berlumur dengan dosa. Sampai pada saat Hari Raya Idul Fitri, aku masih saja tak bisa meninggalkan kebiasaanku itu. Ditambah lagi saat bertemu, nafsuku sudah tak terbendung lagi. Aku benar-benar khilaf tahun itu. Ampuni Aku ya Allah..

Tahun ini, 2009. Aku berserah pada-Mu Ya Allah. Aku tidak tahu apa yg akan terjadi nanti. Aku bekerja pada tahun ini. Suasana yg berbeda dengan Ramadhan-Ramadhan yg lalu. Aku sempatkan berbuka puasa dengan ibuku di rumah. Karena aku tahu, ibuku pasti kesepian ditinggal sendirian oleh anak-anaknya. Sementara detik ini, Aku sedang suka dengan seseorang. Ya Allah dia bagiku sangat berarti. Aku tak tahu apa yg ada dalam isi hatinya. Dia bagiku, wanita yg memang Aku sedang cari-cari selama ini. Mudah-mudahan Aku tak salah memilih.

Terakhir. mudah-mudahan Ramadhan tahun ini menjadi berkah bagi kita semua. Dan pada saat Hari Raya Idul Fitri nanti kita semua dapat meraih kemenangan lahiriyah dan jg bathiniyah. Amiin ya Rabbal ‘Alamiin..

About sefudien
Ordinary, A Hardthinker, Pokonya add ja fb nya di alet_ahmed@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: